Jumat, 25 Oktober 2013

“CINTA TAK SAMAPAI”

            Teng..teng..teng...bel sekolah SMAN 1 PERTIWI berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba, awan-awan mulai menyelimuti langit biru, hitam mencekam menumbuhkan butiran-butiran air yang menyirami seluruh alam.
        Terlihat seorang Siswi yang sedang menari-nari di lapangan dengan gembiranya, mereka menyebutnya Zara kelas XII BAHASA, Zara sangat menyukai hujan ia bahkan rela kedinginan demi bersama sang hujan.
        Sementara itu di mushalla terlihat seorang Siswa yang menghadap kiblat, bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci, ia dipanggil Zafran kelas XI AGAMA, ia masyhur dengan keshalihan dan ketaqwaannya.
Tiba-tiba......”zafran” teriak seorang Siswa memanggil, ia adalah Rifki sahabat dari zafran sekaligus teman sekelasnya.
“shadaqallahul’azim..... iya ?
“kawan, dipanggil oleh Pak Bukhari, segera ke ruangannya”
“iya aku akan segera kesana kawan”
        Zafran kemudian merapikan al-quran lalu melangkah menuju ruangan pak Bukhari.
Di tengah-tengah keasyikan Zara menikmati hujan, hujan pun mulai reda.
“yah, kok hujannya berhenti sih,,hmmm”gerutu Zara
Tiba-tiba......”astagfirullahal’azim, tidak boleh berkata seperti itu teman”ucap Zafran.
Lalu Zara pun membalikkan tubuhnya, seketika ia pun terdiam melihat wajah tampan itu, mulutnya terbungkam dengan wajah bening Zafran. Begitu pula Zafran, ia terdiam menatap wajah cantik nan indah Zara, pelupuh pun menetes dari tubuhnya dengan derasnya, perasaan gugup pun menghampirinya sehingga membuat suasana hening begitu lama, “astagfirullahal’azim.....”ucap Zafran dalam hati, ia pun langsung melangkahkan kakinya.
        Tapi.....”tunggu” ucap Zara lalu berlari dan berdiri dihadapan Zafran, Zafran pun begitu gugup, hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan Zara, seumur-umur Zafran belum pernah mengalami situasi seperti ini.
“aku Cuma mau bilang, maaf ya,,aku khilaf, nama ku Zara, kamu ? sambil mengulurkan tangannya berharap Zafran pun menyambutnya, namun tidak seperti harapannya, Zafran sama sekali tidak meresponi uluran tangannya, Zara pun kemudian menarik tangannya.
“mmmm aku ngerti kok, nama kamu siapa ?
“huhhh”lega Zafran dalam hati.
“Zafran, mmm maaf saya harus ke kantor, permisi, Zafran pun berlalu.
***
        Matahari tak lagi menampakkan sinarnya, malam pun mulai diselimuti kabut hitam, hujan tak henti-hentinya mnyirami alam. Wajah Zafran selalu terbayang di mata Zara, suara laki-laki itu pun masih terngiang di telinganya, “akankah aku bisa memilikinya ? sedang aku ini hanya manusia biasa yang diselimuti noda dan dosa, tidak seperti dia yang taat beribadah”ucap Zara dengan hati yang bimbang.
        Adapun Zafran duduk termenung membayangkan wajah cantik Zara, sehingga membuatnya tidak husyuk dalam melaksanakan ibadah, baru pertama kali ini hatinya bisa tergoda oleh kecantikan seorang wanita. Sambil menitikkan air mata “ya Tuhan yang Maha mengetahui, sang pencipta yang penuh cinta dan kasih sayang, dia begitu indah, namun hamba tidak ingin menggantikan cinta hamba terhadap-Mu, hamba ingin menitipkan cinta suci ini pada-Mu.
***
        Keesokan harinya wajah Zara tidak bisa lenyap dari ingatan Zafran, rasa bimbang dan kerinduan pun menghantuinya, bagimanapun ia berusaha menghapus sosok itu dari pikirannya akhirnya ia tidak bisa, ingin hati mengungkapkan rasa itu terhadap Zara, walaupun sebenarnya ia tak akan mampu karena Zara adalah kakak kelasnya.
“hei.....melamun saja, ada apa kawan ? ucap Rifki mengagetkan.
“Kamu, mengagetkan ku saja, aku tidakapa-apa kok, Cuma kuang enak badan saja” ucap Zafran dengan suara pelan
“kamu sakit apa kawan, sebaiknya kita ke ruang UKS akan ku ambilkan obat untuk mu”
“tidak usah, aku cuma becanda kok” tersenyum meledek.
“hmmm aku tertipu.... baiklah, tapi aku mau tau penyebab seorang Zafran melamun terus tiap hari, kenapa ? ada masalah ? curhat donk ke aku, aku kan sahabat mu”
Zafran pun terdiam, ia tidak mungkin menceritakan perasaannya saat ini pada sahabatnya itu, sedang Zafran baru pertama kali jatuh cinta pada kakak kelasnya, ia merasa malu dan takut di ejek.
“aku tidak apa-apa kok, hanya saja aku lapar,ha..ha..ha..”ucap Zafran menyembunyikan rasanya.
“baiklah, kalo begitu kita ke kantin, nanti aku dah yang traktir, mumpung jam kosong nih”
“oke,,”
Mereka pun kemudian pergi kekantin menyembuhkan rasa lapar mereka.
        Seketika mata Zafran terbelalak lebar, ia berdiri terdiam membisu, denyut jantungnya berdetak hebat, ternyata sosok idamannya juga berada di sana,di satu sisi ia sangat bahagia bisa melihat wajah cantik itu lagi, namun di sisi lain zafran tidak bisa bergerak bebas, ia merasa malu dengan semua itu, sementara semua teman-teman Zara menyapanya dengan manja, berharap Zafran menjawab sapaan itu, namun Zafran adalah seorang laki-laki yang cool, ia tidak pernah menghiraukan sapaan dari siapapun dan bagaimanapun bentuknya, apalagi mereka itu adalah teman dari orang yang ia sukai.Tiba-tiba Zafran lalu menarik dan membawa Rifki keluar kantin.
“lah, kamu kenapa Zafran, bukannya kamu lapar “ tanya kawannya itu kebingungan
“Aku tidak jadi lapar, aku sakit perut nih Ki, aku ke kamar mandi dulu ya” berlari sambil memegang perutnya.
“kamu aneh sekali sih Zafran” teriak Rifki mengiringi langkah Zafran menuju kamar mandi.
***
        Matahari mulai menampakkan energinya, sinarnya yang begitu terik membuat Zafran begitu kepanasan, rasa gelisah pun menghampirinya sebab perasaan yang ia rasakan terhadap kakak kelasnya itu. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke masjid dekat rumahnya untuk menenangkan diri.
        Tiba di masjid, ia pun duduk termenung memegang al-qur’an tanpa membacanya.
“Zafran....?”panggil seorang laki-laki
 “eh kak andre, anda di sini juga ?”
“iya, kebetulan kakak baru selesai shalat sunnat, kamu sedang apa di sini ?”
“aku baru pulang sekolah, tapi aku hanya merasa gelisah di rumah lalu aku memutuskan ke masjid untuk menenangkan diri”ucap Zafran lesu
“wahai adik ku, apa yang membuat mu gelisah ?“
        Zafran terdiam memikirkan akankah dia harus menceritakan perasaannya kepada kakaknya itu ? yang hanya sekedar kakak iparnya. Namun, belum Zafran mulai berbicara kakak iparnya pun bisa menebaknya.
“aku tau apa yang sedang kamu rasakan, perasaan apa yang sedang menghantuimu saat ini, itu aku tau, jadi kamu tidak usah menyembunyikannya, dari raut wajahmu saja aku sudah bisa menebak”
“hmmm,, kakak so’ tau dech
“kamu sedang jatuh cinta kan ??”
Seketika Zafran pun terkejut mendengar ucapan kakak iparnya itu.
“mmmmm,,tidak”ucap Zafran mengelak
“tadi kan kakak sudah bilang, kamu tidak usah menyembunyikannya, kakak udah tau kok, coba kasih tau kakak cewek mana yang bisa melumpuhkan hati seorang Zafran ?”
“dia...kakak kelas aku kak, tapi aku tidak berani mengungkapkannya, aku takut di tolak”
“ha..ha..ha..Zafran Zafran, belum mencoba saja udah takut, ingat... kesempatan tidak datang dua kali, jadi cepat ungkapkan perasaanmu sebelum dia ada yang memiliki, mmm menurut kakak juga akan sakit jika di simpan terus, kakak juga udah ngalami hal seperti ini, jadi jangan takut tuk ngungkapinnya, o ya, kakak harus pulang dulu ya soalnya kakak kamu mau pergi ke dokter, ingat cepat ungkapin, kakak mendukungmu”
        Kakak iparnya pun berlalu, sedang Zafran hanya memikirkan ucapan kakak iparnya tersebut, kegelisahan pun semakin menghantuinya.”ucapan kak andre itu benar semakin lama aku memendam perasaan ini aku semakin sakit, Tuhan berikan hamba petunjuk”
***
        Mentari besinar dengan riang dan awan-awan pun saling bergandengan di langit yang biru nan indah, Zafran beranjak keluar dari kelasnya tanpa memberitahu sahabatnya Rifki terlebih dahulu, perlahan-lahan ia melangkahkan kakinya menuju kelas Zara sang idaman hatinya, namun sebelum ia sampai tujuan, terlihat seorang Zara sang idaman hatinya itu menyibukkan diri dengan membaca artikel-artikel di majalah dinding sekolah, Zafran pun menghampirinya dengan tujuan ingin menyatakan perasaannya terhadap Zara karena ia merasa sudah mantap untuk mengungkapkannya.
“hai Zara”ucap Zafran terbata-terbata
“ya, hai juga, mmm kamu Zafran kan ?”ucap Zara dengan senyum manis
“iyYa”
“mmm kamu mau baca artikel juga ya ?”
“tidak, aku mau ngomong sesuatu sama kamu Zar ?”
“mau ngomong apa zafran ?”
“mmmmmm aku..............aku..............aku.............”
“kamu kenapa? Kamu sakit?”
“tidak kok , aku Cuma mau bilang,,,,,,,mmmm,,,,,,aku,,,,,suka kamu Zara,,,,,,,kamu mau gak  jadi kekasih ku”
Sesaat Zara pun terkejut mendengar ucapan laki-laki itu
“maaf  Zafran aku gak bisa, jujur,, dulu aku sering memperhatikanmu, aku selalu menunggu ungkapan darimu, namun aku berpikir itu tidak mungkin, karena sesungguhnya  aku tidak pantas untukmu, dan sekarang aku sudah punya pacar”
Hati Zafran teriris mendengar pernyataan Zara, namun ia berusaha unutuk tidak meneteskan air mata di depan Zara.
“ya sudah, tapi aku boleh tau siapa laki-laki yang beruntung itu ?”tanya Zafran
“dia adalah Rifki, yang kamu kenal betul dengan dia”
“Ya Tuhan, kenapa harus rifki sahabatku, haruskah aku menghianati sahabatku sendiri ?”ucap Zafran dalam hati.
“maafin aku Zafran”
“tidak apa-apa kok, semoga hubungan kalian bisa sampai ke pelaminan, kamu bahagia aku juga bahagia”.
Zafran pun pergi dengan luka yang begitu dalam, namun apa yang bisa dilakukan hanya mendukung sahabatnya Rifki.
 
 
 BY: NURUL WAHIDAH D'LCO